Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bisnis pas pasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bisnis pas pasan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Karsiman, Mantan Sekuriti yang Jadi Pengusaha





Haji Karsiman Hady dikenal sebagai pengusaha yang tahan banting. Lika-liku pria asal Madiun tersebut bisa dibilang sangat panjang dan penuh derita. Dan ia sendiri tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis seperti sekarang ini. Pria yang akrab disapa Karsiman kini memiliki rumah mewah berdiri di atas tanah seluas 2,5 hektare di Jalan Soekarno Hatta Km 12, Balikpapan. Mobil mahal berjejer seperti Toyota Fortuner serta Honda Accord keluaran terbaru diparkir di garasinya. Koleksi sepeda motor trail dan balap juga tidak ketinggalan.

pertambanganAsetnya tidak hanya sampai di situ. Karsiman tergolong pengoleksi lahan tanah di wilayah Karingau dan bisa dibilang sebagai tuan tanah, karena banyaknya lahan tanah dimiliki. Ayah dari tiga putri ini memiliki perusahaan real estate Balikpapan Garden. Sukses dengan real estate ternyata ada bisnis lain diliriknya.

Karsiman menambah kerajaan bisnisnya di bidang tambang. PT Bimantara Coal Energy Inti Perkasa didirikan setahun lalu. Hasilnya perusahaan tambangnya sukses menggaet kerjasama dengan perusahaan Korea LG. Dan bila dihitung maka jumlah kekayaan asetnya diperkirakan mencapai Rp 100 miliar lebih.

Karsiman menceritakan kekayaan sebanyak itu tidak mudah diraih. Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Pria kelahiran 12 November 1956 ini kenyang makan asam garam. Artinya sebelum menjadi orang kaya dirinya pernah hidup susah.

Mantan sekuriti Pertamina itu merupakan anak pertama dari empat saudara. Kedua orang tuanya hanyalah petani di kampung halamannya. Beranjak dewasa tepatnya tahun 1978 ia pamit kepada orang tuanya pindah ke Balikpapan. Selama di Kota Minyak ditampung oleh pamannya seorang anggota TNI. Tidak lama kemudian sang paman mendapat tugas di luar Balikpapan. Kendati demikian ia tetap memilih menyelesaikan sekolah di Balikpapan.

Lulus sekolah dirinya mulai mencari pekerjaan. Pekerjaan pertamanya sebagai kuli bangunan. Kala itu ada salah satu perusahaan asing sedang membangun di Balikpapan. Disana kerja kuli dilakoni untuk menyambung hidup. Kemudian ada lowongan pekerjaan sebagai petugas keamanan di Pertamina tahun 1984.

Karsiman mencoba untuk melamar bekerja. Dan dia diterima sebagai Tenaga Kerja Pengawas Perusahaan (TKPP). "Kerjanya jaga rumah bos-bos, jaga pintu-pintu di kilang, saat itu saya hanya ingin mendapat pekerjaan untuk bisa makan saja," katanya.

Di sela-sela bekerja sebagai sekuriti. Ia pernah mencicipi sebagai fotografer pernikahan. Dengan peralatan yang minim atau belum modern seperti saat ini. Pria bertubuh tambun ini sering mendapat orderan foto pernikahan. Tetap saja kebutuhan hidupnya masih belum mencukupi. "Saya ini pernah kontrak rumah kecil, tidurnya di atas karpet bolong-bolong," ungkapnya mengenang masa sulit bersama keluarga. Kondisi ini tidak membuatnya putus asa. Karsiman percaya suatu saat nanti segala usahanya terbayarkan. Sekaligus banyak bersyukur atas rejeki yang diterimanya. "Prinsip hidup saya bersyukur," pungkasnya singkat.

Terbukti keuletannya terlihat pada tahun 1997. Karena gaji yang didapat dari pekerjaan sebagai sekuriri hanya pas untuk makan tapi tidak mencukupi untuk biaya sekolah ketiga putrinya. Pelan tapi pasti bersama istrinya Mujiati membuka depot Nirmala (sekarang Priangan) di sekitaran Batu Ampar. Kemudian mulai coba-coba bisnis jual beli tanah. Sedikit demi sedikit keuntungan dari bisnis tanah ditabung. Hingga suatu kali keberuntungan besar menghampirinya. Salah satu transaksi bisnis tanahnya mendatangkan rejeki nomplok. Dari situlah pundi-pundi kekayaannya semakin lama semakin bertambah.

Banyaknya tanah yang dimiliki dikonsentrasikan di bidang properti. Salah satu produk propertinya adalah perumahan Balikpapan Indah III di samping SMA Negeri 5. Kondisi materi diatas angin tidak membuatnya lupa diri. Karsiman tetaplah sebagai orang yang rendah hati dan ramah. Ia mewaqafkan tanahnya untuk jalan menuju sekolah SMA Negeri 5. Sekaligus ia aspal agar siswa sekolah setempat berkendara dengan lancar.

Berhasil di bidang properti ia menjajal bisnis tambang. Perusahaan tambangnya beroperasi di Samboja. Setahun berjalan, perusahaan tambangnya sudah melakukan 28 kali pengapalan. Dan setiap bulannya sudah menghasilkan 20 metrik ton. (*/Tribun Kaltim)

5 Cara Membuat Toko Online Gratis

Belanja online secara perlahan menjadi gaya hidup masyarakat kita. Banyak keuntungan bagi orang yang berbelanja via internet. Misalnya, terhindar dari kemacetan dan tak perlu ongkos taksi.
Sebagian orang juga suka sungkan kalau menawar barang tapi tidak jadi beli. Nah, dengan belanja online kemungkinan seperti itu nyaris tidak ada. Kalau pun ada tawar-menawar biasanya cukup dilakukan via email atau chatting saja.
Jika menilik data Google Insight (2009), selain toko buku dan toko komputer, banyak pengguna internet yang berburu toko baju murah dan toko sepeda online.
Sedangkan tahun 2008, pencarian tertinggi adalah untuk toko bayi online, toko tas online, serta toko sepatu online.
Dengan tren seperti itu, membuat toko online masih cukup menjanjikan. Asal, kita bisa menemukan ceruk pasar yang tepat dan mungkin yang tingkat persaingannya masih rendah.
Nah, jika anda berniat memulai toko di dunia maya berikut 5 pilihan untuk membuat online store secara gratis.

1. Membuka Toko Online dengan Blog Gratisan

Banyak orang menggunakan blog gratisan untuk jualan di internet. Keuntungannya, ada tidak perlu keluar biaya untuk membuka account. Kecuali jika anda mau desain yang lebih sesuai selera diperlukan ongkos untuk memesan desain yang khusus.
Kekurangannya, membuka toko dengan blog gratisan cocok jika produk yang akan anda jual tidak terlalu banyak dan transaksi dilakukan secara manual.
Blog gratisan yang banyak dipakai untuk membuka toko online: Multiply, Blogger, dan WordPress.
2. Membuka Toko di Mall Online
Potensi pasar yang makin membesar telah mendorong munculnya beberapa mall online lokal seperti Tokopedia.com, TokoBagus.com, dan yang akan hadir Plasa.com milik Telkom.
Layaknya sebuah mall, di sanalah para penjual dengan pembeli dipertemukan. Keuntungan yang paling jelas, dari sisi marketing kita akan sangat terbantu karena mall-mall itu yang akan bekerja keras mendatangkan visitor.
Kekurangannya, meski membuka tokonya gratis tapi kemungkinan akan dikenakan biaya per transaksi dari tiap penjualan yang terjadi dengan persentase yang telah ditentukan masing-masing. Karena itu, baca aturan mainnya baik-baik jika akan menggunakan layanan mall online.
3. Membuka Lapak di Forum Jual Beli
Jualan lewat forum sebenarnya tidak mirip toko. Karena itu, para penjual lebih senang menyebutnya lapak. Forum jual beli di Kaskus contoh yang cukup populer. Tetapi jika produk anda spesifik, anda juga bisa masuk forum khusus seperti produk fotografi di bursa fotografi.net.

4. Membuka Toko di Situs Jejaring Sosial

Anda juga bisa berjualan lewat situs jejaring sosial. Jika anda punya account facebook, anda bisa berjualan lewat marketplace (meskipun fitur ini tidak begitu populer). Untuk memajang produk, bisa menggunakan aplikasi facebook atau menggunakan fitur default seperti album.
Kelebihannya anda bisa berjualan kepada mereka yang berada di dalam jaringan pertemanan anda. Tetapi, karena situs seperti ini biasanya memblok mesin mencari anda akan sulit menarik calon pembeli dari search engine.
5. Membuka Toko di Direktori Bisnis
Ini adalah model yang paling lama. Tetapi jangan khawatir, direktori bisnis yang tadinya lebih mirip iklan baris atau tepatnya situs untuk memasang profil usaha, sekrang juga sudah dilengkapi fitur untuk memajang produk. Di Indonesia yang tergolong senior seperti indonetwork.co.id. Anda bisa mendaftar gratis untuk membuka account biasa di sini.
Dari semua pilihan di atas bisa jadi anda perlu memiliki semuanya. Atau, justru  anda mungkin punya cara lain untuk membuka toko online gratisan? :)

Tessar, Membuka Peluang Usaha Melalui Green Flame


PDF Cetak E-mail
Industri katering selama ini melakukan pemborosan spiritus untuk pemanas makanan. Dibutuhkan solusi yang tepat agar bahan bakar yang diproduksi dari methanol yang terbuat dari sistesis natural gas alam ini tidak mudah menguap, praktis, higienis, serta ekonomis. Untuk itulah Ahmed Tessario (Tessar) dan timnya dari Surabaya membuat sebuah penelitian yang menghasilkan sebuah produk bernama Green Flame. Penelitian ini memenangkan E-Idea Competition tahun 2011 yang diadakan British Council

green_flameGreen Flame menggunakan bahan dasar methanol yang diubah bentuk menjadi pasta atau gel dengan penambahan pengental, sehingga bahan bakar ini dapat dipakai lebih lama minimum 2 kali dibandingkan pemakaian spiritus. Hal ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan pemborosan methanol dari sintesis gas alam.

Methanol yang berbentuk pasta atau gel ini kemudian dikemas didalam kaleng yang berasal dari kaleng bekas susu dan kaleng bekas tuna. Tessar merasa perlu untuk menggunakan bahan-bahan daur ulang sehingga dapat meminimalisir jumlah sampah yang ada saat ini. Untuk pemakaiannya, kaleng green flame hanya dibuka dan dibakar dan akan bertahan selama 2 hingga 3 jam untuk pemanas makanan. Apabila ingin dimatikan, dapat ditutup dengan penutup green flame.

Pada bulan Mei sampai Agustus, Green Flame terjual sebanyak 20.000 kaleng yang setara dengan 2.500 liter Methanol. Padahal jika menggunakan spiritus dengan kebutuhan yang sama, maka akan menghabiskan methanol sebesar 4.292 Liter. Artinya produk ini mampu menghemat jumlah methanol sebanyak 1.792 Liter methanol atau setara dengan 1.038 kilogram natural gas.

Dalam memproduksi Green Flame, Tessar dan timnya banyak bekerja sama dengan penduduk sekitar, yaitu untuk mengumpulkan kaleng bekas susu, tuna maupun kaleng sejenis lainya. Mereka bekerja sama dengan para pemulung sampah dan para cleaning servis gedung pernikahan di Surabaya.

"Kami juga menggunakan prinsip sosiopreneur didalam proyek bisnis ini, yaitu untuk melakukan pencucian kaleng bekas dan pengemasan Green Flame, kami bekerja sama dengan anak-anak kurang mampu yang berada di daerah Asem Payung, Sukolilo, Surabaya. Kami menganggap dengan memberdayakan penduduk sekitar, paling tidak kami dapat membantu meningkatkan pendapatan penduduk tidak mampu di Surabaya," ungkap Tessar dalam wawancara via email.

Kesulitan pada awal bisnis ini adalah dalam mencari bahan baku yang murah, sehingga para pelanggan dapat membeli produk ini dengan harga dibawah harga spiritus, seperti kaleng dan methanol. Untuk modal kerja juga menjadi kendala di awal karena untuk dapat menjual dengan angka yang besar maka modal juga harus besar. Oleh karena itu Tessar dan timnya mencoba dari modal yang kecil dulu dengan harapan bisnis ini akan menjadi raksasa seiring berjalannya waktu.

"Mungkin yang paling sulit adalah untuk melakukan edukasi pasar, karena produk ini bisa dikatakan baru maka kami harus mengajarkan dan melakukan pembelajaran kepada pelanggan tentang penggunaan produk, manfaat dan efek jangka panjang yang akan mereka dapatkan. Oleh karena itu penting sekali bagi para pelanggan dan pengguna produk Green Flame untuk ikut peduli akan lingkungan dan faktor lingkungan selain juga memikirkan tentang harga produk yang harus murah," tambah Tessar.

Proyek ini sudah Tessar mulai sejak dua bulan sebelum mengikuti E-Idea Competition. Proyek ini mendapatkan award spesial dan tim mendapatkan hadiah iPad dari British Council. Selain itu, tim ini juga mendapatkan kesmepatan untuk mengikuti mentorship yang berkelanjutan serta seminar-seminar seputar Climate Change yang diadakan Bristich Council.

"Kami merasa sudah mendapatkan apresiasi yang luar biasa, ditambah lagi kesmepatan akses ke media, sehingga mempermudah kami melakukan edukasi pasar dan promosi sehingga produk ini bisa dipakai oleh seluruh industri katering, hotel dan restoran prasmanan di Indonesia. Bahkan juga bisa dipakai oleh para pendaki gunung sebagai bahan bakar alternatif," ungkap Tessar.

Tessar menambahkan, setelah E-Idea, proyek ini akan terus dilanjutkan hingga bisa di distribusikan ke seluruh dunia. Tessar dan timnya berharap bisa membuka banyak cabang dan distributor sehingga bisa juga di produksi didaerah lain dengan memperkerjakan teman-teman yang kurang mampu.

Bisa dibayangkan apabila seluruh katering Surabaya saja yang berjumlah 187 katering ini menggunakan Green Flame minimal sebanyak 350 kaleng, maka gas alam yang sudah dapat dihemat sebesar 6.524 kilogram natural gas setiap bulannya.

"Kami bermimpi kelak produknya akan digunakan di seluruh kota di Indonesia dan seluruh dunia dan menjadi solusi penghematan bahan bakar alternatif. Selain itu, apabila bisnis ini dapat diproduksi juga di kota lain, maka teman-teman yang kurang mampu bisa direkrut sebagai pegawai dan dapat menjadi solusi pekerjaan bagi penduduk Indonesia yang masih banyak kekurangan," tutup Tessar. (*/kompas)

Tanamkan Kerja Keras, Kerja Pintar & Kerja Jujur


PDF Cetak E-mail
Menjadi seorang entrepreneur acap kali menjadi jalan keluar untuk mengubah nasib seseorang. Namun, memilih jalan menjadi seorang entrepreneur, bukanlah jalan yang terbilang mudah. Sebaliknya, dengan mendedikasikan diri menjadi seorang entrepreneur, berarti harus siap pula menjalani jalan yang terjal dan berliku. Hal itu pun dialami oleh Raul Haidin, owner dari bisnis waralaba pendidikan British 5 International (DBI International). Dalam membangun bisnisnya, Raul harus memulainya dari nol. Dan seperti pengusaha sukses lainnya, kunci dari keberhasilannya bertahan menjalankan usaha adalah kerja keras dan selalu konsistem menjaga nyala api entrepreneurship terutama saat menghadapi cobaan dan kendala dalam menjalankan bisnis.

raul-haidinKeinginan Raul untuk memiliki lembaga pendidikan sendiri, telah ada sejak ia masih duduk di bangku kuliah. Demi mewujudkan mimpinya, ia bekerja di berbagai lembaga pendidikan, khususnya bahasa Inggris. Ketika dibangku kuliah pun, Raul mereguk pengalaman bekerja di beberapa perusahaan.

“Prinsip saya, mumpung masih muda harus kerja keras. Selain itu kita harus menimba banyak pengalaman terkait bisnis yang akan kita geluti, agar nantinya kita bisa cerdas dalam mengambil setiap keputusan saat kita sudah mempunyai usaha sendiri. Setelah menjadi entrepreneur pun kita harus konsisten dengan ethos kerja keras kita. Hal itu penting manakala kita menghadapi kendala dan jalan terjal dalam bisnis kita,” terang Raul kepada CiputraEntrepreneurship.com, Kamis (10/11).

British 5 International  sendiri awalnya dirintis tahun 2003 di Denpasar, Bali. Saat itu Raul melihat potensi bisnis pendidikan sangat cerah, terutama pendidikan bahasa asing. Setelah berhenti dari tempatnya bekerja, Raul yang saat itu berusia 23 tahun, memberanikan diri mengonsep sebuah proposal bisnis pendidikan yang nantinya ia tujukan kepada beberapa saudaranya. Beruntung baginya, keluarganya mendukung niat Rudi menjadi seorang entrepreneur.

“Awalnya, usaha ini saya jalankan tanpa modal, tanpa mentor, dan tanpa tim. Modal saya hanya satu buah komputer seharga Rp4,5 juta yang saya beli dari tabungan saya, untuk kemudian saya buat proposal bisnis kepada sanak saudara saya untuk meminta pinjaman dana. Alhasil, saya dapat mengumpul dana Rp45 juta yang kemudian saya gunakan untuk menyewa outlet dan segala isinya,” kenang Raul saat menceritakan awal bisnisnya.

Dalam menjalankan roda usahanya, Raul pun tidak langsung menemui jalan yang mudah. Sebagai seorang pengusaha muda, ia kerap menemui kesulitan dan halangan dalam persaingan bisnis pendidikan. Belum lagi, ia pun pernah dikhianati oleh rekan bisnisnya. Namun, semua kesulitan yang ia alami tak lantas melunturkan semangatnya menjadi seorang wirausahawan sukses.

Untuk bisa bersaing dengan bisnis pendidikan lain, Raul pun melakukan beberapa inovasi dalam pemilihan materi pendidikan. Tidak hanya mengajarkan bahasa asing (Inggris) saja, namun British 5 International juga memberikan materi praktis tentang bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang tepat guna, serta mampu menciptakan peluang usaha. Dengan penggabungan materi pelatihan yang lengkap, mulai dari teori, simulai, praktek lapangan, dan studi kasus, diharapkan mampu menciptakan SDA yang terampil.

Sejalan dengan berjalannya waktu, Raul pun berniat untuk melebarkan bisnisnya. Pada tahun 2007, ia pun memilih sistem waralaba untuk mengembangkan bisnisnya. Pada saat itu, Raul menjadi orang pertama yang mengembangkan sebuah bisnis franchise dari daerah Bali. Baginya, sistem waralaba bisa sangat berguna untuk menduplikasikan bisnisnya, agar secara cepat tersebar ke seluruh Indonesia.

“Jalur waralaba adalah jalur yang paling mudah dalam melakukan ekspansi usaha, dan saya tidak mau bekerja terlalu keras untuk memperoleh keuntungan dari bisnis saya, tapi saya ingin mendapatkan keuntungan baik aktif dan pasif income dari menjual bisnis saya dengan waralaba.Sejauh ini bisnis saya terus ekspansi, contohnya hingga Pontianak,”  terang Raul.

Hingga Oktober 2010, Jumlah mitra dari British 5 International (DBI International) sudah mencapai 12 mitra yang tersebar di sejumlah kota besar di nusantara. Tahun 2012, Raul pun berencana untuk menambah jumlah mitra agar makin tersebar di setiap kota besar. Bagi Raul, sangatlah penting untuk terus mempromosikan bisnisnya disegala sektor, agar branding produknya bisa tersebar dengan maksimal.

“Harus selalu aktif melakukan promosi, baik below the line maupun above the line. Contohnya, saya saat ini lagi rajin menulis buku, buku pertama saya yang berjudul “Bomb Your Busniness” No Money, No Mentor and No Team is No Problem, yang akan segera terbit Pertengahan Desember. Di buku ini saya juga banyak mempromosikan bidang usaha yang saya tekuni. Selain itu, saat ini pun saya juga sibuk membantu UKM yang ingin mengembangkan usahanya dengan konsep waralaba melalui coaching seminar,” lanjut Raul.

Sebagai seorang entrepreneur yang sudah cukup matang menggeluti bisnisnya, Raul tetaplah belum puas atas semua hal yang telah dicapai. Baginya tiada hari tanpa kerja keras dan terus melakukan inovasi produk, untuk terus bisa bersaing di bisnis yang ia geluti. Selain itu, ia pun berpesan bagi para entrepreneur agar juga bekerja dengan kejujuran.

“Saya selalu sarankan 3 hal kepada para calon-calon wirausaha muda; kerja keras, kerja pintar dan kerja jujur. Dengan modal itu, saya yakin apapun usaha yang dijalankannya akan berbuah manis. Saat ini dunia kewirausahaan sudah cukup baik, dengan banyaknya bermunculan usaha-usaha baru. Yang saya harapkan, mereka bisa melewati masa-masa sulit dalam tiga, lima dan sepuluh tahun berjalannya bisnis,” pungkas Raul. (*/Gentur)

Nama                          : Raul Haidin
Tempat/Tgl Lahir        : Denpasar 03-03-1979
Aktivitas                      : Business Owner, Franchisor, Author dan Business Coach
Usaha                          : PT The Sultan Property, British 5 International, DBI International
Motto                          : Be Hard, Be Smart and Be Honest, live will be easier

Bisnis Modal Pas Pas an

  • Higienis, modern dan praktis
    MESIN KOPI SIAP SAJI OTOMATIS ,hanya dengan memasukkan uang koin , kopi panas siap di minum dengan cangkir yang keluar dari dalam mesin. Tanpa penjaga dan siap operasional selama 24 jam…
    Beberapa Pilihan rasa adalah : Mildmocca – Kopi Mix – Capucino – kopi jahe – kopi susu – kopi coklat
    - Kopi hitam – kopi ginseng dll.

    Beberapa lokasi yang sesuai dengan bisnis minuman mesin kopi otomatis adalah :
    Ruang tunggu Rumah Sakit – Perkantoran – Pangkalan BUS – Authorized Service Mobi/Motor l – Pabrik padak karya – Kantor layanan umum ( Samsat / Dispenda dll ) – Mall – Koperasi karyawan – Loket Pembayaran listrik /PAM – Instansi Pemerintahan – Restoran dll

    Cara kerja penjualan :
    1. Masukkan uang coin sesuai petunjuk
    2. Pilih menu yang di kehendaki dan tekan
    3. Tunggu proses ( sampai indicator lampu menyala +/- 30 detik )
    4. Gelas akan keluar dari mesin secara otomatis dan tunggu sampai cairan kopi berenti mengisi
    5. Minuman sehat siap di ambil

    Keterangan :
    - Harga Jual eceran Rp. 3000 – 5,000/cup 6,5 Oz ( 150 ml )
    - Kapasitas Cups / Cangkir kertas tahan panas dalam mesin 65 cups sekali pengisian
    - Kapasitas pengisian bubuk kopi setiap menu +/- 2 Kg
    - Air mineral ukuran Galon untuk bahan air panas
    - Penggunaan listrik rata-rata 48 watt ( kecuali 10 menit pertama unt pemanasan )
    - Garansi 12 bulan

    Perhitungan biaya Investasi ( belum termasuk lemari )
    Harga mesin 2 menu Rp. 6,500,000,-
    3 menu Rp. 7,500,000,-

    Harga material lain nya ( / satuan )
    Paper Cup Rp. 300,-
    Kopi bubuk ( 20gr/cup ) Rp. 1,000,-
    Biaya Air gallon @130ml/cup Rp. 60,-
    Biaya listrik 48,000/bl (asum. Jual 50cup/hari) Rp. 32,-
    Biaya inv.mesin asum. Lifetime 4tahun Rp. 100,-
    (Rp. 4,500/hr : 50cups = Rp. 100,-) TTL Rp. 1,492,-/cup

    Simulasi perhitungan :
    Pendapatan 1 mesin/bln 50 cup x Rp.3000 x 30 ( 1 bulan ) = 4,500,000/bln
    Modal 50 cup x 1.42 x 30 = 2,238,000/bln
    Keuntungan = 2,262,000/bln
    Procentase 50%

    Katerangan : harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
    Untuk Informasi lebih lanjut Hub. 081380805054 - Salam Sukses - Hartono
    hartono wijaya 3 jam yg lalu
     
  • Saya menawarkan jadi Agent Ikan Bili

    Ikan Bili merupakan ikan yang sangat terkenal di daerah Sumatera Barat karena berasal dari danau singkarak .

    Dikarenakan banyak permintaan produksi Ikan bili sehingga ada yang dikembangbiakan di Medan
    Ikan tersebut sudah digoreng jadi tahan lama bisa untuk Makan langsung atau disalurkan ke Restoran-restoran atau Rumah Makan Padang

    Kami mencari Reseller/Agent untuk pemasaran Ikan Bili

    Harga : Rp 45.000/ Kg belum termasuk Ongkos kirim

    jika berminat bisa menghubungi ke 08561364929 or e-mail ke bie.twin@yahoo.comSalam

    sukses

    Yuhas R

Usaha Studio Photo Mini

USAHA STUDIO PHOTO MINI

Sekarang makin banyak kamera digital yang dijual dengan harga murah, apalagi yang jenis pocket. Ini bisa menjadi peluang usaha kecil yang sangat menguntungkan bila kita tahu cara memanfaatkan peluang usaha modal kecil ini, seperti dengan membuka membuka studio photo kecil-kecilan atau studio photo mini, termasuk usaha cetak photo.

Apalagi kalau Anda sudah punya counter toko HP dan isi pulsa HP, Anda tinggal menambahkan saja usaha modal kecil ini.

Alat yang dibutuhkan :
-    Kamera digital (bisa diganti dengan HP berkamera)
-    Tripot
-    Komputer
-    Printer
  
Modal Kerja :
Kertas Photo A4 Rp. 800/lbr + tinta 500/lbr = Rp. 1.300/lbr

Harga Jual
1lbr A4 = 12 lbr ukuran 2R, jadi 12 x 1.000 = Rp. 12.000/lbr

Keuntungan
Rp. 12.000 - Rp. 1.300 = Rp. 10.700/lbr A4

Kalau toh, misalkan harga-harga kamera dan kertas naik, usaha cetak dan foto digital ini pun masih layak untuk dipertimbangkan.

Belajar Bisnis dari Kreasi Sandal UNIK

Sandal Lucu, Kreasi Unik Dengan Omset Menarik

sandal lucuMemakai sandal terkadang terasa membosankan bila desain yang digunakan kurang menarik dan terkesan sama dengan desain sandal lainnya yang ada di pasaran. Kondisi  inilah yang bisa Anda manfaatkan sebagai peluang usaha dengan membuat desain sandal lucu yang menarik perhatian para konsumen.
Jika biasanya sandal dipasaran hanya berbentuk jepit atau selop dengan desain simpel dan motif yang terbatas. Saat ini mulai bermunculan aneka sandal lucu dengan bentuk dan warna yang beragam. Misalnya saja seperti sandal bentuk hewan (kura-kura, lumba-lumpa, kupu-kupu, kepik, dll), buah (semangka, stroberi, jeruk, dll), animasi kartun (spongebob, naruto, doraemon, dll), sampai sandal boneka yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan harga standar sandal yang ada di pasaran.
Konsumen
Segmen pasar yang paling potensial adalah anak-anak dengan usia 5 sampai 15 tahun. Namun terlepas dari sasaran pasar tersebut, saat ini banyak juga para remaja atau anak muda yang tertarik menggunakan sandal lucu dengan desain unik dan menarik. Jadi tidak menutup kemungkinan bila Anda membuat kreasi sandal lucu dengan ukuran anak-anak sampai orang dewasa. Karena sesuatu yang unik biasanya cukup mudah menarik perhatiaan konsumen, sehingga peluang pasar yang Anda miliki masih sangat terbuka lebar.
Info Bisnis
Sebelum Anda terjun langsung menjalankan bisnis sandal lucu, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu beberapa hal yang Anda butuhkan untuk memulai peluang bisnis tersebut.
  • Pertama lakukan survey pasar untuk mengetahui selera konsumen. Anda bisa mencari ide unik melalui majalah, internet, atau terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui trend mode yang sedang berkembang saat ini.
  • Lakukan pengembangan kreativitas dalam menciptakan kreasi-kreasi sandal lucu, dari mulai pemilihan warna, bentuk, serta hiasan yang digunakan.
  • Gunakan bahan baku yang berkualitas untuk menciptakan produk sandal yang berkualitas. Karenanya, jalin kerjasama dengan para supplier bahan baku di sekitar lokasi Anda untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga yang lebih miring.
Bagi Anda yang tertarik menekuni peluang usaha sandal lucu, berikut ini kami informasikan contoh proses produksi sandal hias dengan cara yang cukup sederhana.

Cara Membuat Sandal Lucu

Persiapkan bahan untuk membuat sandal lucu :
  • Sepasang sandal karet
  • Sepasang boneka flanel (bisa Anda beli di toko perlengkapan aksesoris/alat jahit)
  • Bahan kaos bercorak (bisa menggunakan kain kaos korea kiloan) buat ukuran lebar 3 cm dan panjang 60 cm sebanyak 2 helai
  • Lem lilin (lem tembak).
  1. Apabila bahan sudah siap, mulailah dengan memberikan lem lilin atau lem tembak pada permukaan pangkal tali sandal.
  2. Setelah diberi lem, tempelkan ujung bahan kain kaos pada permukaan yang telah diberi lem, tekan-tekan sedikit sampai menempel kuat.
  3. Usahakan ujung bahan kain kaos tidak terlihat, agar lilitan Anda terlihat lebih rapi. Caranya, lilitkan 2 sampai 3 kali pada pangkal tali sandal kemudian lanjutkan lilitan berikutnya hingga seluruh permukaan tali sandal tertutup dengan rapi (pastikan semua permukaan tali telah Anda beri lem, tetapi lakukanlah secara bertahap karena lem tembak cepat kering).
  4. Lilitkan terus bahan kaos sampai bagian depan tali dan jangan lupa pada bagian depan tali (yang menyudut) lakukan pelilitan hingga 2 – 3 kali, agar ujung kain tidak terlihat.
  5. Bila proses pelilitan telah selesai, rapikan dengan menggunting kelebihan bahan kain kaos lalu lebihkan kain kira-kira 5 cm untuk pelilitan akhir (agar lebih rapi, usahakan ujung kain kaos berada di bawah permukaan tali sandal).
  6. Langkah berikutnya yaitu memberi lem pada sudut tali sandal untuk menempelkan boneka flanel yang sudah disiapkan.
  7. Agar lebih kuat, tambahkan pula lem pada bagian belakang boneka dan tekan kuat-kuat agar boneka terpasang dengan baik.
Kelebihan Bisnissandal unik
Minat konsumen akan produk sandal lucu masih sangat besar, bahkan saat ini perkembangan pasarnya semakin terbuka lebar, sehingga tidak heran jika banyak produsen maupun reseller produk sandal lucu yang memasarkan produk tersebut hingga berbagai pelosok daerah. Selain peluang pasarnya yang semakin bagus, bisnis sandal lucu juga memiliki target pasar yang jelas. Jadi, para pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan kualitas produknya untuk membangun loyalitas konsumen yang telah mereka bidik.
Kekurangan Bisnis
Disamping memiliki banyak kelebihan dan kemudahan, ada beberapa hambatan yang sering dihadapi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis sandal lucu. Misalnya saja seperti persaingan pasar yang semakin hari kian ketat seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan para konsumen. Bahkan saat ini para produsen sandal mulai berlomba-lomba untuk menciptakan kreasi sandal unik dengan harga jual yang sangat terjangkau, sehingga sebagian konsumen lebih tertarik dengan produk sandal yang kualitasnya kurang bagus namun harga jualnya lebih murah dibandingkan produk-produk sandal yang kualitasnya lebih bagus namun harganya sedikit lebih mahal. Kondisi inilah yang biasanya berhasil merusak pasar, sehingga banyak pelaku bisnis sandal lucu yang mulai banting harga untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin hari semakin tajam.

Strategi Pemasaran

Untuk mengenalkan produk sandal lucu Anda ke pasaran, bisa dimulai dengan mengikuti berbagai kegiatan pameran UKM yang diselenggarakan instansi pemerintahan maupun swasta. Strategi pemasaran ini cukup efektif, sehingga produk Anda semakin dikenal masyarakat luas dan membuka peluang-peluang baru bagi bisnis Anda untuk menjalin kerjasama dalam rangka memperluas atau melakukan ekspansi pasar, misalnya saja ada sebagian pengunjung pameran yang tertarik menjadi agen/reseller produk sandal Anda.
Selanjutnya, Anda juga bisa menggunakan media massa sebagai alat untuk mendukung kegiatan promosi produk. Misalnya saja dengan memasang iklan di majalah, surat kabar, membuat website untuk membuka toko online, atau bisa juga mengiklankan sandal tersebut melalui radio maupun stasiun televisi lokal dan nasional. Semakin rajin Anda melakukan kegiatan promosi baik secara online maupun offline, maka akan memperbesar peluang pasar yang ada dan memperkuat brand produk yang ditawarkan.
Kunci Sukses
Dalam menjalankan bisnis sandal lucu, yang memegang peranan penting adalah desain produk yang Anda ciptakan dan bagaimana strategi pemasaran yang dijalankan. Maka dari itu buatlah desain yang benar-benar unik agar para pesaing Anda cukup kesulitan untuk menduplikasikan produk tersebut.
Kunci kesuksesan yang kedua adalah menyusun strategi pemasaran yang kreatif agar produk Anda tidak terlihat murahan atau pasaran. Jadi, sebaiknya promosikan produk Anda melalui para agen resmi atau reseller produk, agar kualitas dan harga jual sandal di pasaran bisa terkontrol dengan baik, dan citra merek yang dibangun bisa tetap terjaga dimanapun produk tersebut dipasarkan.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Bahan baku awal
(kulit, kayu, karet, pita, boneka, dll)     Rp 10.000.000,00
Sewa bangunan 1 tahun                       Rp 15.000.000,00
Peralatan :
Etalase display sandal                      Rp  1.000.000,00
Mesin jahit                                 Rp  2.000.000,00
Peralatan sol sandal
(jarum, benang, lem, dll)                   Rp  1.000.000,00+
Total                                       Rp 28.000.000,00
Peralatan mengalami penyusutan dengan rincian sebagai berikut :
Etalase display sandal : 1/48 x Rp 1.000.000,00 Rp 20,800,00
Mesin jahit : 1/60 x Rp 2.000.000,00            Rp 33.300.00
Peralatan sol : 1/36 x Rp 1.000.000,00          Rp 27.800,00+
Total penyusutan/bulan                          Rp 81.900,00
Biaya produksi per bulan
Bahan baku per bulan
(kain, karet, pita, benang, boneka, dll)    Rp 18.000.000,00
Gaji tenaga produksi :
300 jam x Rp 3.500,00 x 3 orang             Rp  3.150.000,00
Biaya sewa gedung per bulan
(Rp 15.000.000,00 : 12 bln)                 Rp  1.250.000,00
Biaya listrik dan air                       Rp    300.000,00
Biaya transportasi dan pengiriman barang    Rp  1.200.000,00
Biaya penyusutan alat                       Rp   81.900,00+
Total                                       Rp 23.931.900,00

Omset per bulan
Penjualan sandal lucu per bulan :
Sandal anak (size 21-35) harga/kodi Rp 300.000,00
40 kodi x Rp 330.000,00        =           Rp 13.200.000,00
Sandal dewasa (size 36-40) harga/kodi Rp 450.000,00
35 kodi x Rp 450.000,00        =           Rp 15.750.000,00+
Total omset per bulan                      Rp 28.950.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 28.950.000,00 - Rp 23.931.900,00     =  Rp 5.018.100,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)    =  5,5 bulan
Besarnya untung yang dihasilkan dan luasnya potensi pasar yang dijanjikan menjadi alternatif tepat bagi Anda yang tertarik memulai sebuah usaha. Semoga informasi sandal lucu, kreasi unik dengan omset menarik ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi inspirasi bisnis bagi para pemula yang tertarik menekuni dunia usaha. Manfaatkan kreativitas yang Anda miliki dan ciptakan peluang usaha baru bagi kesuksesan Anda di masa yang akan datang. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh69HYn2sb9t1nczsqOkxyemBPhG7kzbrdNoDwKvKWFZkiCr7t3zeJcSstba63Y4rW5Glso5gD5QzwvRjKBZOPOEE7lbmXABhnMLfe897PxcOS5Ua65XCyYYxSy2m3ffb6YioE3_Tos7gU/s730/PP.bmp dan http://almalin.com/wp-content/uploads/2010/11/Sandal-Lucu-21.jpg

Belajar Bisnis dari Limbah Kantong Semen

Meraih Untung Produk Olahan Tas Kantong Semen

kerajinan daur ulangMaraknya isu global warming dan ramainya seruan masyarakat dunia yang mengupayakan terciptanya green environment ternyata tidak hanya menggugah kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk-produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Berbagai cara pun mulai dijalankan masyarakat untuk bisa mengurangi tingkat produksi sampah di berbagai daerah, salah satunya dengan mengolah limbah/sampah menjadi produk-produk baru yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Bila beberapa waktu yang lalu kreasi unik limbah plastik menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menarik, kini ada inovasi baru yang mulai dikembangkan masyarakat untuk menciptakan kerajinan tangan yang tidak kalah unik, yaitu memanfaatkan daur ulang kantong semen menjadi tas, dompet, serta sandal yang sangat cantik.
Konsumen
Umumnya konsumen utama kerajinan daur ulang kantong semen adalah kaum wanita. Seperti misalnya tas pesta dan dompet cantik yang sengaja diproduksi untuk membidik konsumen remaja putri atau ibu rumah tangga. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan pula bila Anda ingin memperluas pasar dengan cara memproduksi sandal kantong semen bagi para konsumen pria maupun anak-anak.
Info Bisnis
Peluang bisnis daur ulang kantong semen memiliki prospek bisnis yang sangat bagus. Peluang pasarnya masih terbuka lebar dan saat ini jumlah produsennya pun belum begitu banyak, sehingga tidak ada salahnya bila Anda mencoba ide bisnis tersebut sebagai alternatif tepat untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Bagi Anda yang tertarik menjalankan bisnis daur ulang kantong semen, berikut kami informasikan beberapa poin penting yang perlu Anda persiapkan :
  1. Jalin kerjasama dengan beberapa pengepul sampah untuk mendapatkan stok kantong semen secara rutin.
  2. Lakukan pemilahan, untuk mensortir bahan kantong semen yang layak pakai dan manakah kantong semen yang kualitasnya kurang bagus. Hal ini penting agar kualitas bahan baku yang Anda gunakan terjamin, dan produk yang dihasilkan juga benar-benar berkualitas.
  3. Ciptakan desain produk yang unik, agar produk Anda memiliki nilai plus dan tidak terkesan murahan di mata para konsumen. Di bawah ini kami informasikan pula salah satu contoh cara pembuatan kreasi tas daur ulang kantong semen bekas.

Cara Membuat Tas Daur Ulang Kantong Semen

Bahan :
- Kantong semen 1 buah
- ½ meter kain katun
- 1 buah resleting
- 1 sdt pewarna tekstil (merek Irek)
- Sepasang pegangan/ jinjing tas berbahan kayu
- Jarum merajut
- Jarum jahit
- Benang jahit
Cara membuat :
tas kertas
  1. Gunting kantong semen dengan ukuran lebar 1 cm dan panjang 1 m, lakukan berulang-ulang hingga mendapatkan banyak potongan.
  2. Kemudian sambungkan potongan-potongan kertas tersebut menggunakan lem fox, lalu dilinting menggunakan telapak tangan hingga menjadi benang kertas (1 buah kantong semen menjadi kurang lebih 100 m benang kertas).
  3. Pemberian warna dilakukan dengan cara merendam benang kertas pada wadah berisi air mendidih yang sudah terlarut dengan pewarna tekstil selama 5 menit. Selanjutnya angin-anginkan sampai benang kertas benar-benar kering.
  4. Lilitkan benang kertas pada papan ukuran 20×15 cm, jarak 1,5 cm. Lalu rajut benang kertas menggunakan jarum rajut dengan warna benang kertas yang bervariasi sampai menjadi tas cantik dengan warna yang menarik.
  5. Untuk memberikan lapisan dalam tas, bisa dilakukan dengan menambahkan kain katun ½ meter yang dijahit dengan tangan. Lanjutkan kembali dengan menjahit resleting dan sepasang pegangan tas (jinjing tas dari bahan kayu) hingga terjahit dengan kuat dan rapi.
  6. Setelah semuanya selesai, tas siap dipacking dan dijual.
Kelebihan Bisnis
Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap program pencegahan global warming memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha daur ulang sampah. Disamping minat masyarakat akan kreasi produk daur ulang yang semakin besar, saat ini banyak program pemerintah maupun swasta yang mendukung para produsen kerajinan daur ulang. Misalnya saja dengan adanya pembinaan khusus untuk meningkatkan kualitas produk, maupun membantu strategi pemasarannya dengan menggandeng para pengrajin di berbagai kegiatan pameran.
Kekurangan Bisnis
Perkembangan bisnis kerajinan di Indonesia semakin hari semakin pesat, aneka macam produk kerajinan mulai bermunculan meramaikan pasar lokal dan saling berlomba menembus pasar internasional. Karena itu, Anda harus bisa menciptakan inovasi produk baru yang memberikan keunikan tersendiri bagi para konsumen. Bila produk Anda tidak terlihat unik, maka konsumen pun kurang tertarik dan bisa dipastikan bila omset yang Anda dapatkan juga belum bisa maksimal. Jadi, meskipun produk Anda dibuat dari barang bekas, namun sebisa mungkin ciptakan produk baru yang tidak kalah berkelas.

Strategi Pemasaran

Untuk mengawali pemasaran produk tas daur ulang kantong semen, bisa Anda lakukan dengan menginformasikannya kepada orang-orang di sekitar Anda. Mulai dari orang tua, saudara, kerabat dekat, teman kerja, tetangga, sampai rekan-rekan komunitas yang Anda ikuti (misalnya seperti teman pengajian, arisan, dan lain sebagainya). Dengan memanfaatkan kekuatan word of mouth, Anda bisa menginformasikan keberadaaan produk Anda kepada masyarakat luas, sehingga peluang Anda untuk mendapatkan konsumen semakin terbuka lebar.
Bila produk Anda berhasil diterima pasar, langkah berikutnya yang bisa Anda ambil yaitu melakukan promosi produk melalui kegiatan bazar dan pameran. Dengan rutin mengikuti bazar dan pameran, Anda bisa mengenalkan produk tas kantong semen kepada masyarakat luas dan membuka peluang pasar yang lebih besar. Selanjutnya bila permintaan tas Anda semakin meningkat, Anda bisa memasarkannya langsung dengan membuka showroom kerajinan daur ulang sebagai tempat produksi sekaligus ruang pamer produk tas kantong semen yang siap jual.
Kunci Sukses
Agar bisnis kerajinan daur ulang kantong semen Anda bisa berjalan sukses, yang terpenting adalah ciptakan desain yang menawan, jaga kualitas produk yang dihasilkan dan rajin mengikuti pameran untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Analisa Ekonomi

Modal awal
Sewa tempat 1 tahun                       Rp 15.000.000,00
500 kantong semen (@ Rp 1,000 x 500 pcs)  Rp    500.000,00
200 m kain katun (@ Rp 19.000 x 200 m)    Rp  3.800.000,00
17 lusin resleting (@ Rp 18.000 x 17 lsn) Rp    306.000,00
5 m perekat (@ Rp 7.500,00 x 5 m)         Rp     37.500,00
Pewarna tekstil                           Rp     35.000,00
75 pasang pegangan tas (Rp 15.000,00 x 75)Rp  1.125.000,00
Jarum rajut                               Rp     10.000,00
Benang jahit aneka warna                  Rp     20.000,00
Plastik kemasan                           Rp     50.000,00 +
Total                                     Rp 20.883.500,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku                                Rp 5.000.000,00
Sewa tempat (Rp 15.000.000 : 12 bln)      Rp 1.250.000,00
Gaji karyawan (Rp 750.000 x 2 orang)      Rp 1.500.000,00
Listrik dan telepon                       Rp   250.000,00
Transportasi                              Rp   500.000,00 +
Total                                     Rp 8.500.000,00

Omset per bulan
Penjualan produk per minggu :
@ Rp 60.000,00 x 50 tas        =          Rp 3.000.000,00
Penjualan per bulan :
Rp 3.000.000,00 x 4 minggu     =          Rp 12.000.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 12.000.000,00 - Rp 8.500.000,00    =  Rp 3.500.000,00

ROI (Return of Investment) 
(modal awal : laba bersih per bulan)  =   ± 6 bulan
Semoga apa yang telah dilakukan oleh Harris Riadi, CH.K di Kota Pekalongan yang berhasil mengolah kantong semen bekas menjadi selembar kain batik yang cantik dan Marcelina di Kota Bandung yang sukses mengubah kertas kantong semen bekas menjadi kerajinan tas berkelas ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Dari limbah yang tidak bernilai, Anda pun bisa meraih untung produk olahan tas kantong semen yang menjanjikan untung jutaan rupiah setiap bulannya. Tingkatkan terus kreativitias Anda, dan manfaatkan tumpukan sampah di sekitar Anda menjadi produk baru yang menghasilkan omset yang cukup berlimpah. Selalu ada peluang di sekitar kita, mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Salam sukses.
Sumber gambar : http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/18248_kertas%20semen-edwin_resize.jpg dan photo.kontan.co.id/photo/2011/06/27/2001466000p.jpg

Bisnis Kerajinan Bambu Indonesia Diminati Pasar Dunia


kerajinan bambuMelimpahnya persediaan pohon bambu di Indonesia ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya.
Meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Sehingga tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara.
Konsumen
Target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga yang biasanya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari peralatan dan perlengkapan rumah, masyarakat umum yang tertarik dengan hiasan unik dari bambu (seperti pigura, miniatur rumah bambu, dll), serta hotel, restoran atau cafe-cafe yang membutuhkan furnitur serba bambu untuk mempercantik penampilan tempat usahanya.
Info Bisnis
Saat ini para pengrajin bambu tidak hanya memproduksi aneka kerajinan untuk penghias ruangan saja, mereka mulai menciptakan inovasi baru kerajinan bambu yang lebih fungsional. Sebut saja kelompok usaha kerajinan Gapura Agung di Blitar, Jawa Timur yang mulai menciptakan satu set alat makan dari bambu (terdiri dari nampan bambu, gelas bambu, serta mangkok dan sendok dari tempurung kelapa). Selain itu ada juga Jatnika dari Cibinong, Bogor yang telah sukses melanglang buana berkat saung dan rumah bambu ciptaannya, bahkan sekarang ini Jatnika telah kebanjiran pesanan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Jeddah, serta Arab Saudi. Sangat menjanjikan bukan? Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis kerajinan dari bambu, berikut ini kami informasikan cara sederhana yang bisa Anda praktekan langsung untuk membuat kerajinan bambu berupa lampu hias.

Cara membuat kerajinan lampu hias dari bambu

Bahan:
- Bambu berdiameter 10 cm
- Lampu 5 watt
- Kabel secukupnya
- Cat atau pelitur
- Cat poxy clear
- Semen
- Amplas.
Cara membuat :
  1. Pertama-tama pilihlah bambu yang cukup kering, dengan diameter sekitar 10 cm. Kemudian potong bambu tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
  2. Untuk menghaluskan permukaan bambu, amplas seluruh permukaannya dan tambahkan cat atau plitur agar permukaan bambu tersebut menjadi halus dan mengkilap. Tunggu sampai cairan plitur atau cat benar-benar kering.
  3. Langkah ketiga yaitu memilih salah satu ruas yang akan dijadikan dudukan lampu hias, pastikan ruas dudukan tetap utuh sedangkan ruas lainnya digergaji sebagian.
  4. Bila ruas atas bambu sudah digergaji, maka lakukan pengamplasan agar terlihat rapi dan bersih dari serbuk bambu.
  5. Tambahkan lubang di bagian tengah bambu untuk kabel.
  6. Untuk membuat dudukan, gunakan semen dan dicetak menggunakan ember kecil dengan ketebalan semen antara 7-10 cm.
  7. Untuk menambah kecantikan lampu hias, anda bisa menambahkan ukiran-ukiran pada bambu. Setelah semuanya jadi, lakukan pengecatan ulang menggunakan cat poxy clear agar bambu semakin mengkilap.
  8. Terakhir, lengkapi dengan kabel dan lampu. Kerajinan lampu hias dari bambu siap dipasarkan.
Kelebihan Bisnis
Disamping permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar, menjalankan peluang bisnis kerajinan bambu terbilang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Melimpahnya potensi bambu di alam Indonesia secara tidak langsung memberikan keuntungan besar bagi para pengrajin, sebab harga jual bambu di pasaran masih sangat rendah, bahkan saat ini sebagian pengrajin ada yang sudah membudidayakan bambu di pekarangan rumahnya. Sehingga bisa dipastikan modal usaha yang dibutuhkan juga bisa ditekan.
Keuntungan yang kedua, memproduksi aneka kerajinan bambu termasuk salah satu peluang bisnis yang ramah lingkungan. Limbah bambu yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar sehingga tidak memicu adanya global warming. Hal ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin, sebab maraknya himbauan anti global warming di lingkungan masyarakat dunia secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat para konsumen. Kini mereka lebih tertarik menggunakan produk-produk yang tentunya ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi alam.
Kekurangan Bisnislampu hias
Kendala bisnis yang sampai saat ini masih dihadapi para pengrajin bambu yaitu sulitnya mendapatkan bambu yang kualitasnya benar-benar  bagus, baik dari segi ukuran maupun dari jenis bambu yang dibutuhkan. Selain itu, para pengrajin juga masih kesulitan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau serangan rayap yang bisa merusak produk kerajinan bambu (biasanya hama dan penyakit tersebut menyerang bambu yang usianya sudah cukup lama). Karena itulah, dibutuhkan kerajasama dengan pemasok bambu agar persediaan bahan baku Anda bisa selalu terjaga. Sedangkan untuk mencegah hama dan penyakit pada kerajinan bambu, Anda bisa mencantumkan cara perawatan dan pemeliharaannya pada setiap produk kerajinan yang Anda jual. Jadi, konsumen tidak perlu ragu lagi untuk membeli produk-produk yang Anda tawarkan.

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk kerajinan bambu, Anda bisa memanfaatkan teknologi internet guna menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Melalui blog, website, atau situs jejaring sosial, Anda bisa menginformasikan produk-produk buatan Anda kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Melalui jaringan internet, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi batas pemasaran produk Anda. Masalah jarak dan waktu bisa terbantu dengan adanya pemasaran secara online yang semakin memudahkan Anda untuk menjangkau konsumen selama 24 jam non-stop di berbagai belahan benua.
Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu menciptakan diferensiasi produk untuk memenangkan persaingan pasar. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk Anda atau menciptakan inovasi desain produk yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, produk Anda memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor Anda, sehingga pintu peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar.
Kunci sukses
Adanya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah karya menjadi kunci kesuksesan bagi Anda untuk menjalankan usaha kerajinan bambu. Semakin kreatif  ide yang Anda ciptakan dan semakin inovatif produk yang Anda hasilkan akan memperbesar peluang bagi bisnis Anda untuk menuju pintu kesuksesan. Jadi, hindari pembuatan produk yang monoton (itu-itu saja) dan kembangkan ide segar Anda untuk mendatangkan omset yang lebih besar.
Analisa Ekonomi

Modal utama
Mesin potong  bambu                        Rp 12.000.000,00
Amplas mesin                               Rp  1.600.000,00
Kompresor kecil                            Rp    800.000,00
Pain air brush                             Rp    300.000,00 +
Total                                      Rp 14.700.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah 5 tahun pemakaian :
= 1/60 x Rp 14.700.000,00    =             Rp 245.000,00/bulan

Biaya operasional per bulan
Sewa tempat
(Rp 15.000.000,00 : 12 bulan)              Rp  1.250.000,00
Bahan baku (bambu, pernis, cat, lampu, dll)Rp 12.500.000,00
Gaji tenaga kerja(Rp 750.000,00 x 2 orang) Rp  1.500.000,00
Biaya listrik                              Rp    500.000,00
Biaya transportasi                         Rp    750.000,00
Biaya promosi                              Rp    500.000,00
Biaya penyusutan mesin                     Rp    245.000,00 +
Total                                      Rp 17.245.000,00

Omset per bulan
Penjualan produk per bulan :
Alat makan : Rp 25.000,00 x 200 set        Rp  5.000.000,00
Lampu hias tempel : Rp 40.000,00 x 100     Rp  4.000.000,00
Lampu hias gantung : Rp 80.000,00 x 100    Rp  8.000.000,00
Pigura bambu Rp 15.000,00 x 150            Rp  1.500.000,00
Miniatur rumah bambu Rp 50.000,00 x 50     Rp  2.500.000,00 +
Total                                      Rp 21.000.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 21.000.000,00 -  Rp 17.245.000,00       Rp 3.755.000,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)    =  4 bulan
Nah, setelah membahas bersama peluang usaha kerajinan bambu Indonesia diminati pasar dunia ini, kini saatnya kita melangkah untuk mengikuti kesuksesan Jatnika dari Cibinong, Bogor serta kelompok usaha Gapura Agung, di Blitar, Jawa Timur dalam menjalankan bisnis kerajinan berbahan dasar bambu. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi salah satu ide bisnis bagi para pemula yang tertarik menekuni usaha yang ramah lingkungan. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Salam sukses !!!
Sumber gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqiL4Tza70cFzpngVMNPf-V1SqDWDhJxsDKucObUdk2wa1vYfpGvmBGuSFxrpCl38u3bUpTx82gNNYPl27KdbQlX4sLlmqGJp3lxXjKuH5c5lrAhMIRzxPnKllsxP7s0STtYEBCmb9QVQ6/s320/kerajinanBambu.jpg dan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit8GoQrNvEZEPQb9e28ACNiv656GsXRd_GefY-KlCZPKb9GTA7ZvKWZ3hStT-hEB-gMuD0rNjmlxRYG1wHehuYJlwXYV4QUC52Qn77x6QdszagXbzjhdINJ7MJitLARIM70Tgbvd7Q760/s1600/528643_koleksilampbambu.jpg

Belajar Bisnis dari Kain Perca

Memanfaatkan Kain Perca Sebagai Peluang Usaha

kerajinan daur ulangBagi para pelaku bisnis konveksi, mungkin kain perca hanya dianggap sebagai bagian dari limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi. Namun, lain halnya bagi para pelaku bisnis kreatif daur ulang.
Memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku utama pembuatan aneka kerajinan ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan.
Dari kain sisa jahitan yang awalnya tidak bernilai, bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki fungsi dan harga jual cukup tinggi. Misalnya saja seperti bed cover, sarung bantal maupun sprei, keset, serbet, taplak meja, boneka, kotak pensil, dompet handpone, tas, dan lain sebagainya.
Konsumen
Dengan memproduksi aneka macam produk kerajinan kain perca, tentunya Anda bisa membidik pangsa pasar yang cukup luas. Sebut saja produk kebutuhan rumah tangga seperti bed cover, sprei, keset, dan lain-lain bisa Anda pasarkan untuk kalangan ibu-ibu. Sedangkan untuk produk boneka, kotak pensil, tas, dan dompet handpone, bisa Anda tujukan untuk konsumen anak-anak maupun kaum remaja.
Info Bisnis
Untuk memulai bisnis kerajinan kain perca, ada beberapa persiapan yang harus Anda perhatikan.
  1. Pertama-tama tentukan ide dan desain produk yang akan Anda produksi. Sesuaikan desain yang Anda buat dengan target pasar yang ingin Anda bidik. Contohnya saja desain warna-warni cerah untuk konsumen anak-anak dan remaja, sedangkan untuk konsumen ibu-ibu bisa memilih desain yang lebih simpel dengan warna yang lebih kalem.
  2. Perluas pengetahuan dan kemampuan Anda dengan membaca buku-buku kreasi perca maupun searching model-model baru dari internet. Langkah ini cukup penting agar produk Anda tidak ketinggalan zaman.
  3. Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan selama proses produksi berlangsung. Mulai dari mesin jahit, benang, jarum, gunting, dan lain sebagainya.
  4. Jalin kerjasama dengan pemasok kain perca. Bisa saja Anda mendapatkan kain perca dari tukang jahit di sekitar kota Anda, atau dari toko-toko kain yang memiliki sisa potongan kain cukup banyak.
Berikut ini kami informasikan pula kepada para pembaca, cara untuk membuat kerajinan keset  dari kain perca.

Cara Membuat Kerajinan Keset Dari Kain Perca

cara membuat kerajinan
  • Potong kain perca berbentuk segi empat dengan ukuran kurang lebih 5 x 5 cm atau 8 x 8 cm, bisa disesuaikan keinginan Anda.
  • Lipat diagonal potongan kain perca tersebut membentuk segitiga seperti yang terlihat pada gambar (a), kemudian lipat kain ke dalam hingga membentuk seperti gambar (b) dan kembali lipat sampai seperti gambar (c).
  • Lakukan kegiatan diatas sebanyak-banyaknya.
  • Sebagai alas keset, Anda bisa menggunakan kain perca dengan ukuran yang lebih besar dan dibentuk sesuai degan keinginan. Misalnya saja berbentuk oval, segi empat, kupu-kupu, ikan, atau pola unik lainnya.
  • Kemudian sambungkan potongan-potongan kain perca yang telah dibentuk seperti gambar (c), sehingga memenuhi bentuk pola yang telah disiapkan.
  • Bila pola sudah terhias dengan cantik, produk siap dikemas dan dipasarkan.kain perca
Kelebihan Bisnis
Bisnis kerajinan kain perca termasuk salah satu peluang usaha yang bisa dijalankan dengan modal kecil namun menjanjikan untung yang cukup besar bagi pelakunya. Bahan baku kain perca bisa Anda dapatkan dengan harga murah meriah dari para penjahit maupun pabrik konveksi yang ada di sekitar lokasi Anda. Bahkan bila Anda sudah menjalin hubungan baik dengan pelaku bisnis konveksi, pasokan potongan kain sisa bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma alias gratisan dari rekanan bisnis Anda.
Kekurangan Bisnis
Kendala yang sering dihadapi para pelaku usaha yaitu tingkat persaingan produk yang semakin ketat. Saat ini sudah banyak pelaku bisnis yang memproduksi aneka macam barang daur ulang untuk merebut perhatian konsumen. Selain itu, terkadang bahan kain perca yang Anda dapatkan tidak semuanya berkualitas bagus. Hal ini membuat kualitas produk Anda juga akan ikut menurun. Karenanya untuk menghindari resiko tersebut, sebelumnya lakukanlah penyortiran untuk memisahkan kain perca yang berkualitas bagus dan yang kurang berkualitas.
Strategi Pemasaran
Dalam memasarkan produk kerajinan daur ulang, Anda bisa menitipkan hasil kreasi yang telah dibuat ke beberapa kios souvenir maupun toko perabot rumah tangga yang ada di sekitar lokasi bisnis Anda. Dengan strategi pemasaran tersebut, Anda bisa menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) maupun sistem jual putus kepada partner bisnis Anda. Selanjutnya Anda juga bisa memperluas pasar dengan mengikuti berbagai kegiatan pameran maupun bazar produk UKM yang diadakan pihak pemerintah maupun swasta. Melalui event seperti pameran dan bazar, Anda bisa mengenalkan produk kerajinan daur ulang kain perca kepada masyarakat luas, sehingga peluang Anda untuk mendapatkan pelanggan maupun partner kerja yang cukup potensial semakin terbuka lebar.
Strategi promosi juga bisa Anda jalankan melalui jaringan internet. Sekarang ini peran media online bagi pemasaran produk sudah tidak perlu diragukan lagi, jadi Anda bisa memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuat website, blog, facebook, twitter, atau bergabung dengan forum-forum diskusi via online untuk memperluas peluang pasar yang Anda miliki.

Kunci Sukses

Kreativitas dan ketekunan Anda dalam merangkai potongan-potongan kain sisa menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, menjadi kunci kesuksesan bagi Anda ketika menjalankan bisnis daur ulang kain perca. Meskipun kejenuhan terkadang menghampiri Anda ketika memproduksi aneka macam kerajinan, namun dengan tekad dan niat yang kuat, Anda bisa melalui hambatan tersebut dan terus berkarya menciptakan produk-produk baru yang diinginkan para konsumen. Carilah ide-ide segar untuk menciptakan produk baru yang tentunya digemari para pelanggan.
Analisa Ekonomi

Asumsi
Produksi dilakukan di rumah pribadi tanpa biaya sewa tempat usaha.
Dibantu oleh 1 orang karyawan penjahit.

Modal awal
1 unit mesin jahit                           Rp 2.500.000,00
Etalase display produk                       Rp 1.000.000,00
Perlengkapan jahit (gunting, jarum,dll)      Rp   500.000,00
Stok awal bahan baku (kain perca, benang)    Rp 2.000.000,00 +
Total                                        Rp 6.000.000,00

Peralatan dan perlengkapan mengalami penyusutan sebagai berikut :
Mesin jahit : 1/36 x Rp 2.500.000,00         Rp  69.500,00
Etalase : 1/36 x Rp 1.000.000,00             Rp  27.800,00
Perlengkapan jahit : 1/12 x Rp 500.000,00    Rp  41.700,00 +
Total                                        Rp 139.000,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku : kain perca, benang, aksesoris   Rp 3.000.000,00
Kemasan produk                               Rp   600.000,00
Biaya gaji karyawan                          Rp   750.000,00
Biaya listrik                                Rp   300.000,00
Biaya promosi (kartu nama, brosur, dll)      Rp   500.000,00
Biaya penyusutan                             Rp   139.000,00 +
Total                                        Rp 5.289.000,00

Omset per bulan
Penjualan keset (@ 45.000,00/kodi x 15)      Rp   675.000,00
Bed cover (@ Rp 400.000,00 x 8 buah)         Rp 3.200.000,00
Sprei (@ Rp 150.000,00 x 10 set)             Rp 1.500.000,00
Taplak meja (@  Rp 30.000,00 x 20 pcs)       Rp   600.000,00
Tas perca (@ Rp 75.000,00 x 10 pcs)          Rp   750.000,00
Dompet handphone (@ Rp 15.000,00 x 50)       Rp   750.000,00 +
Total                                        Rp 7.475.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 7.175.000,00 - Rp 5.289.000,00   =        Rp 2.186.000,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)   =     ± 3 bulan
Dengan memanfaatkan kain perca sebagai peluang usaha, untung jutaan rupiah pun bisa Anda dapatkan setiap bulannya. Semoga informasi peluang bisnis untuk pekan ini bisa menjadi inspirasi usaha bagi para pembaca. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis !!!
Sumber gambar :

  1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdqk2-xaY-Uda3ako96eZ-NUD_4k3j7eJKsgY83FHviKJ_XlzEAZMvxLaw4xsU2iZpikKNWyCpDaSXpdh4V7v-jc0fxeL7ToGD_HQYZnG-e5ILIBXSlxjzMPQt3fhPtD5e9cyTgZzK75k/s1600/Sampel+hasil+kerajinan+tangan+membuat+tas+dengan+tehnik+kain+perca+-+patchwork.jpg
  2. http://heksaviolet.files.wordpress.com/2011/03/keset-kaki.jpg
  3. http://w14.itrademarket.com/pdimage/43/s_1758843_foto959.jpg

Belajar Bisnis dari Pelepah Pisang yang terbuang

Mencetak Uang Dari Pelepah Pisang yang Terbuang

pelepah pisangTingginya kepedulian masyarakat terhadap isu global warming, secara tidak langsung mempengaruhi minat konsumen untuk mulai beralih ke produk-produk yang tentunya ramah lingkungan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan para pengrajin untuk saling berlomba menciptakan aneka macam kerajinan daur ulang untuk menarik minat para konsumennya. Salah satu peluang bisnis yang saat ini ramai dijalankan warga yaitu mengangkat limbah pelepah pisang yang dulunya tidak berguna menjadi karya seni unik dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Dengan bermodalkan kreativitas yang tinggi untuk selalu berinovasi, limbah pelepah pisang yang dulunya terbuang kini bisa diubah menjadi peluang bisnis baru yang menghasilkan untung besar bagi setiap pelakunya. Bahkan tidak sedikit jumlah pengrajin souvenir cantik pelepah pisang yang kini telah berhasil mengantarkan produknya menembus pasar dunia serta menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran di negara kita.
Hal ini tentunya menjadi bukti kuat bagi kita bersama, bahwa pada dasarnya memulai suatu usaha bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk juga dengan mengolah limbah pelepah pisang menjadi produk baru yang membawa berkah bagi para pengrajinnya.
Konsumen
Pesona unik dan kesan menarik yang dihasilkan dari serat pelepah pisang ternyata tidak hanya merebut perhatian konsumen di pasar lokal dan nasional. Namun produk kerajinan pelepah pisang ini juga berhasil masuk pasar internasional dan memikat konsumen luar negeri seperti di Singapura, Perancis, serta Italia.
Info Bisnis
Berbekal limbah pelepah pisang yang ada, Anda bisa menciptakan berbagai macam produk kerajinan yang unik. Misalnya saja kap lampu, kotak tisu, tas pesta, sandal, tempat pensil, boneka lucu, aneka pigura foto yang unik, sampai dikreasikan menjadi karya lukisan kaligrafi. Dari semua jenis pohon pisang yang ada di Indonesia, pelepah pisang yang paling indah seratnya dan memiliki tekstur kuat adalah pelepah pohon pisang kepok, pisang raja dan pisang ambon. Untuk membantu Anda yang tertarik menekuni bisnis kreatif daur ulang pelepah pisang, berikut kami informasikan salah satu contoh pembuatan kerajinan tempat pensil yang bisa Anda coba.

Membuat Tempat Pensil dari Pelepah Pisang

Alat dan Bahan
  1. Pelepah Pisang
  2. Kertas karton (dibuat pola membentuk tabung)
  3. Biji-bijian kering (penghias)
  4. Pensil
  5. Lem dengan daya lekat tinggi
  6. Gunting
Cara Membuat :
  1. Siapkan pelepah pisang yang sudah kering (untuk proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara diangin-anginkan), kemudian pelepah pisang ditempelkan pada kertas karton yang sudah dibentuk menjadi tabung.
  2. Proses pengeleman bisa Anda lakukan dengan menggunakan perekat yang cukup kuat, misalnya saja menggunakan lem fox atau membuat lem sendiri dari tepung pati.
  3. Selanjutnya diamkan beberapa menit agar pelepah pisang menempel dengan kuat dan lem yang digunakan telah sepenuhnya mengering.
  4. Bila sudah kering, Anda bisa menghias tempat pensil tersebut dengan menggunakan biji-bijian kering, atau menggunakan hiasan dari tempurung kelapa untuk menambah kesan etnik dan menarik pada produk kerajinan yang Anda buat.
  5. Lumuri tempat pensil dengan cairan melamin agar warnanya lebih mengkilat, lalu keringkan.
  6. Produk siap dikemas dan dipasarkan.
Kelebihan Bisnisdaur ulang
Meskipun peluang usaha ini dijalankan dengan memanfaatkan limbah yang tidak bernilai, namun keuntungan yang dijanjikan bagi pelakunya tidaklah kecil. Bahkan sebagian dari pelaku usaha bisa mengantongi untung hingga 50% dari omset yang mereka dapatkan, mengingat keberadaan limbah pelepah pisang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah, dan harga jualnya pun masih sangat rendah. Jadi, tidak menutup kemungkinan bila dengan modal kecil pun Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah.
Selain besarnya keuntungan yang dijanjikan, menjalankan bisnis kreasi unik kerajinan pelepah pisang ternyata tidaklah susah. Anda bisa memulainya dengan belajar secara otodidak karena pada dasarnya bahan, peralatan serta proses pengerjaannya sangat mudah untuk dipelajari. Anda bisa mencari informasi tentang kreasi daur ulang pelepah pisang melalui buku, internet, atau mengikuti pelatihan bisnis kerajinan yang diselenggarakan pihak pemerintah maupun swasta. Selebihnya, Anda bisa berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru yang tentunya lebih unik dan tidak kalah menarik dengan produk lainnya yang ada di pasaran.
Kekurangan Bisnis
Beberapa kendala bisnis yang sering dihadapi para pengrajin pelepah pisang yaitu tingkat persaingan pasar di bidang industri kerajinan yang semakin hari kian melesat hebat. Bahkan persaingan pun tidak hanya datang dari pengrajin produk sejenis, namun juga dari produk kerajinan lainnya yang saling berlomba merebut perhatian pelanggan. Kendala berikutnya yang sering dihadapi para pengrajin yaitu lamanya proses pengeringan pelepah pisang yang masih tergantung dengan cuaca di sekitar lokasi usaha. Kebanyakan para pengrajin memanfaatkan bantuan sinar matahari untuk proses pengeringan bahan baku, hal ini dipilih pengrajin karena selain biayanya yang sangat murah, kualitas warna yang dihasilkan juga akan berbeda bila pengeringannya dilakukan dengan cara buatan (misalnya disetrika atau dipanaskan dengan alat lain).

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk kerajinan pelepah pisang, Anda bisa memulainya dengan menitipkan hasil produksi ke beberapa galeri kerajinan maupun toko pernak-pernik yang ada disekitar lokasi usaha Anda. Selain menjalankan strategi pemasaran tersebut, Anda juga bisa mempromosikan produk melalui kegiatan pameran maupun bazar UKM yang diselenggarakan pihak pemerintah atau swasta. Dengan rutin mengikuti kegiatan pameran dan bazar produk kerajinan, maka peluang Anda untuk mendapatkan pangsa pasar baru semakin terbuka lebar dan produk Anda pun semakin dikenal banyak orang.
Beriklan di media massa seperti di surat kabar, majalah-majalah, radio dan televisi lokal, serta memanfaatkan media internet menjadi strategi promosi yang cukup efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan bantuan internet yang tanpa batas, bahkan Anda bisa memasarkan produk kerajinan tersebut hingga ke berbagai pelosok daerah. Sehingga tidak menutup kemungkinan Anda bisa merekrut agen-agen pemasaran di berbagai daerah untuk memperlancar distribusi produk kerajinan pelepah pisang. Semakin luas pemasaran yang Anda jangkau, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya.
Kunci Sukses
Kreativitas dan inovasi menjadi poin penting bagi Anda untuk memenangkan persaingan pasar yang ada. Karena itu tingkatkan terus kemampuan dan kreativitas Anda dalam berkarya, sehingga Anda bisa menghasilkan produk kerajinan yang unik dan tentunya menarik perhatian konsumen. Ikuti perkembangan trend yang sedang digemari para konsumen dan penuhi kebutuhan mereka untuk menghasilkan omset berlimpah setiap bulannya.
Analisa Ekonomi

Asumsi
Produksi dilakukan di rumah pribadi dan
dibantu oleh satu orang tenaga produksi.

Modal awal
Pepelah pisang (Rp 1.500,00 x 1.000 lbr)      Rp 1.500.000,00
Kertas karton (Rp 2.500,00 x 1.000 lbr)       Rp 2.500.000,00
Lem perekat dan hiasan                        Rp   500.000,00
Gunting, cutter, penggaris, pensil, dll       Rp   150.000,00 +
Total                                         Rp 4.650.000,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku per bulan                          Rp  6.000.000,00
Kemasan plastik                               Rp    900.000,00
Biaya gaji karyawan                           Rp    750.000,00
Biaya listrik dan telepon                     Rp    200.000,00
Biaya transportasi                            Rp    300.000,00
Biaya promosi (pameran, kartunama, dll)       Rp 2.000.000,00 +
Total                                         Rp 10.150.000,00

Omset per bulan
Penjualan per bulan :
Kap lampu (@ Rp 50.000,00 x 50 pcs)           Rp  2.500.000,00
Aneka tas (@ Rp 40.000,00 x 100 pcs)          Rp  4.000.000,00
Sandal (@ Rp 20.000,00 x 100 pcs)             Rp  2.000.000,00
Tempat pensil (@ Rp 15.000,00 x 75 pcs)       Rp  1.125.000,00
Boneka lucu (@ Rp 25.000,00 x 75 pcs)         Rp  1.875.000,00
Pigura foto (@ 15.000,00 x 50 pcs)            Rp    750.000,00 +
Total omset                                   Rp 12.250.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 12.250.000,00 - Rp 10.150.000,00    =     Rp 2.100.000,00

ROI (Return of Investment)
(Modal awal : laba bersih per bulan)   =     ± 2, 2 bulan
Mudah dan menguntungkan bukan? Semoga informasi mencetak uang dari pelepah pisang yang terbuang ini bisa menjadi salah satu ide bisnis ramah lingkungan yang dapat Anda jalankan dalam waktu dekat ini. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis ramah lingkungan !!! Salam sukses.
Sumber gambar : http://id.indonesian-craft.com/images.php/gambar/fileimages/1117/ dan http://w22.indonetwork.co.id/pdimage/26/954926_t.p05b.jpg